Sabtu, 13 November 2010

REPUBLIKA.CO.ID,BANDA ACEH--Anggota DPR RI asal Aceh HM Ali Yacob mengakui banyak anggota dewan belum memahami Reducing Emissions from Deforestation and Degradation (REDD) atau mereduksi emisi karbon. "DPR juga tidak paham REDD. Jadinya saya bingung mau mengajak diskusi dengan siapa di sana," kata dia dalam diskusi dengan sejumlah aktivis lingkungan di sekretariat Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh di Banda Aceh, Jumat.

REDD tersebut merupakan skema perdagangan karbon yang dikompensasikan dengan sejumlah uang oleh perusahaan industri besar penghasil karbondioksida di dunia dengan negara yang memiliki hutan. Seperti diketahui, kata dia, hutan Aceh menjadi primadona dunia bahkan disebut-sebut sebagai hutan perawan terbaik setelah hutan Amazon di Brazil. Keberadaan hutan Aceh tersebut bisa masuk dalam skema REDD.

Ironisnya, kata dia, kesempatan memperdagangkan karbon dari hutan Aceh tersebut terancam dengan marak eksploitasi bidang pertambangan yang notabene merusak hutan dan fungsi-fungsinya. Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, izin pertambangan perlu dibatasi, khususnya yang merambah kawasan hutan, sehingga kerusakannya dihindari. "Saya pernah baca, penghentian investasi adalah investasi yang lebih besar karena bisa menghindarkan diri dari membiayai kerusakan alam yang ditimbulkan," ujarnya.

Oleh karena itu, ia berjanji membuka diri berdiskusi membahas masalah lingkungan dengan siapa pun, karena lingkungan hidup merupakan investasi bagi masa mendatang. Selain itu, kata dia, harus ada "political will" yang kuat dari pemerintah dalam mengelola masalah hutan. Jika tidak, pembuat kebijakan bisa masuk penjara. "Keputusan diambil haruslah keputusan bersama dengan melibatkan semua pihak. Apalagi banyak kepentingan politik dalam urusan lingkungan ini," ujarnya.

Ia mengatakan, akibat banyaknya kepentingan politik yang menyusup dalam pengelolaan lingkungan membuat persoalan ini menjadi samar-samar. Sementara itu, Ketua LSM Unoe Hitam Efendi Isma, yang hadir dalam diskusi tersebut, meminta pemerintah menyerahkan pengelolaan hutan dan sumber daya alam kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut peserta diskusi juga menyampaikan masukan agar pemerintah Aceh jangan mengandalkan sektor tambang dan perkebunan sawit dalam meningkatkan perekonomian daerah. "Aceh sejak dari dahulu kaya bukan karena dari tambang dan kelapa sawit. Karena itu, pemerintah Aceh jangan mengandalkan sektor tambang dan kebun sawit dalam meningkatkan perekonomian," kata dia.

Ia menyebutkan, pemerintah dalam peraturannya membagi hutan menjadi hutan negara dan hutan Adat. Kemudian Kementerian Kehutanan membagi lagi jenis hutan tersebut, hutan konservasi dan hutan desa. "Di Aceh hanya mengenal hutan adat. Kearifan lokallah yang memelihara hutan adat tersebut. Ironinya, pemerintah masih menolak memberikan kewenangan kepada masyarakat adat mengelola sendiri hutannya," kata Efendi Isma.

Selasa, 09 November 2010

DAFTAR GUNUNG API DENGAN STATUS WASPADA:

Seulawah Agam (Aceh)
Sinabunag (Sumatra Utara)
Talang (Sumatra Barat)
Kaba (Bengkulu)
Kerinci (Jambi)
Anak Krakatau (Lampung)
Papandayan (Jawa Barat)
Slamet (Jawa Tengah)
Bromo (Jawa Timur)
Semeru (Jawa Timur)
Batur (Bali)
Rinjani (NTB)
Sangenag Api (NTB)
Egon (NTT)
Rokatenda (NTT)
Soputan (Sulawesi Utara)
Lokon (Sulawesi Utara)
Gamalama (Maluku Utara)
Dukono (Maluku Utara)

Status Siaga:
Karangetang (Sulawesi Utara)
Ibu (Maluku Utara)

Status Awas:
Merapi (Jawa Tengah/DIY)
Sumber: KESDM
DAFTAR GUNUNG API DENGAN STATUS WASPADA:
Apakah peningkatan aktivitas se jumlah gunung api di Indonesia be lakangan ini saling berhubung an?
Indonesia ini kan merupakan negara dengan gunung api terbanyak di dunia. Ada sekitar 129 gunung api. Kondisi g u nung api ini berkaitan dengan kondisi tektonik, steping, atau tapakan tektonik Indonesia. Selama ada tumbukan lempeng di Indonesia, lempeng Pasifik, lempeng Hindia, kemudian lempeng Asia yang membentuk rangkaian gunung api maka aktivitas gunung apinya akan tetap ada. Lalu, setiap gunung api itu memiliki dapur masing-masing.

Dapur magmanya. Itu tidak sa ling berhubungan satu sama lain. Jadi, Merapi punya sendi ri, kemudian Papandayan punya sendiri, anak Krakatau punya sendiri, dan tidak punya hubungan. Jadi, kalau satu aktif, itu tidak berhubungan satu sama lain. Gunung-gunung api yang naik kegiatannya sekarang itu kan tahun lalu sebenarnya sudah meningkat aktivitasnya. Jadi, tidak berhubungan dengan Merapi sama sekali.

Mapedalhi_MAPPSY: Hutan2 dinegara tropis perlu dijaga agar tidak pun...

Mapedalhi_MAPPSY: Hutan2 dinegara tropis perlu dijaga agar tidak pun...: "Hutan2 dinegara tropis perlu dijaga agar tidak punah, kita tau pembalakan terorganisir trus terjadi, nasib hutan kian terancam, nasib ek0sis..."
Hutan2 dinegara tropis perlu dijaga agar tidak punah, kita tau pembalakan terorganisir trus terjadi, nasib hutan kian terancam, nasib ek0sistem didalamnya juga kian surut,. perlu suara2 lantang memperjuangkan keberadaan hutan indonesia.

salam hijau damai

Senin, 08 November 2010

KUNINGAN--im SAR gabungan berhasil mengevakuasi lima pendaki gunung Ciremai pada Selasa malam pukul 10.30WIB setelah berjuang keras melawan hawa dingin akibat hujan lebat serta kabut tebal. Kepala Tim SAR Cirebon Suyatno di posko Linggarjati, Selasa, mengatakan tim SAR yang mengevakuasi kelima pendaki itu, berhasil setelah kontak kembali lancar pada pukul 18.00 WIB,mereka memberikan informasi supaya secepatnya menurunkan kelima pendaki. "Kondisi kesehatan kelima pendaki terus menurun satu diantaranya mengeluarkan darah segar dari mulut dan hidung yaitu Maskon, sedangkan Wahyu buang air besar tidak berhenti," katanya. "Tim SAR yang berada di posko penjemputan desa Trijaya segara menyiapkan perlengkapan seperti Ambulan serta tim medis untuk memberikan pertolongan pertama, mereka berkumpul pada pukul 20.00 WIB," katanya. Dikatakannya, tim evakuasi terus bergerak menuju titik pejemputan di desa Trijaya kurang dari tiga jam,setelah tiba kondisi Maskon sangat kritis dan langsung dibawa ke Rumah Sakit terdekat. Dalam perjalanan kondisi sangat lemah sekali. Setelah mendapatkan perawatan di ruang Trauma Centre kondisi semakin parah, karena banyak mengelaurkan darah sebelumnya, tubuhnya dingin sekali, muka pucat, mata terlihat tidur, menggigil. Sehingga pihak Ruamah Sakit 45 Kuningan akan memberikan rujukan ke RSUD Gunung Jati Cirebon. Hingga pukul 01.30 kondisi Maskon belum pulih malah makin kritis, keluarganya terus mengiringi dengan mengucapkan takbir, namun Maskon semakin parah. Sementara korban Wahyu kondisinya kritis juga, namun masih ada reaksi bila dipegang oleh keluarganya, berbeda dengan Maskon yang hanya menggigil tanpa ada gerakan tubuh.Keluarga Maskon sudah pasrah melihat kondisi kesehatan putranya terus memburuk, hanya tergeletak lemas, dengan sesekali badannya menggigil disertai darah dari mulutnya. ant/kpo